Saya sempat bingung dengan promosi produk-produk air minum dalam kemasan yang berusaha membuktikan bahwa kualitas air minum mereka adalah yang paling baik. Mereka membuktikannya dengan sangat baik… Mereka mendemokan uji elektrolisa terhadap air minum mereka dan air minum merk lain. Uji elektrolisa dimaksudkan untuk menguji apakah ada kandungan mineral/logam di dalam air tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan… Ternyata setelah diuji, justru tidak terlihat kotoran/endapan pada produk mereka, sedangkan pada produk lain, seperti ‘AQUA’ justru terlihat endapan yang dinilai cukup kotor. Mereka mengatakan bahwa ‘AQUA’ sendiri mengandung logam yang cukup bermasalah. Maksud saya, mereka mengatakan bahwa ‘AQUA’ justru mengandung logam berat (mineral anorganik) yang sama sekali tidak dapat diserap oleh tubuh dan sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Namun, saya masih tidak percaya. Akhirnya, saya mencoba mencari tahu sendiri ke http://www.aqua.com. Nah, akhirnya saya menemukan jawaban pasti dari pihak ‘AQUA’ sendiri. Tapi, saya juga masih belum tahu apakah pihak ‘AQUA’ memberikan alasan yang mengandung kebenaran. Hehehe, maklumlah nilai kimia saya cuma dapat C, jadi saya benar-benar tidak bisa memastikan. Lihat sendiri penjelasan dari pihak ‘AQUA’…
===================================================
Artikel ini diambil dari http://www.aqua.com/aqua_v3/ina/aquanews_detail.php?p_id=258…
Pengujian Air yang Akurat
Untuk menjaga kesehatan, kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam menentukan pilihan air minum kita. Dan ada baiknya Anda memahami tentang proses pengujian air yang benar dan akurat, termasuk pengujian air yang belakangan ini sering dilakukan oleh beberapa orang atau pihak tertentu untuk menguji kemurnian air merek dan jenis tertentu. Pertanyaannya adalah, apakah pengujian tersebut sudah benar? Apakah harus dilakukan di laboratorium atau dapat dilakukan di pusat perbelanjaan, kantor atau rumah?
Belakangan ini banyak pihak yang mempromosikan air murni dalam kemasan merek tertentu yang ditawarkan sebagai “air murni” yang lebih baik dari produk AMDK merek terkenal yang telah lama beredar dengan melakukan semacam tes atau pengujian terhadap kedua jenis atau merek air tersebut. Mereka mencoba membuktikan klaim atas ke-“sempurna”-an atau kemurnian air yang dihasilkan dengan melakukan semacam tes dengan menggunakan alat listrik terhadap kedua produk. Dan segera terlihat bahwa AMDK bermerek tertentu menjadi keruh dan berwarna. Sebaliknya air atau produk yang mereka tawarkan tersebut masih jernih dan tidak ada endapan. Apakah metode dan kesimpulan pengujian ini benar dan dapat dipertanggungjawabkan?
Anda perlu waspada terhadap pengujian-pengujian semacam ini, karena pengujian semacam ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan salah persepsi terhadap air minum dalam kemasan bermerek yang digunakan dalam pengujian tersebut. Klaim dan kesimpulan yang disampaikan adalah tidak benar. Pengujian yang dilakukan ini memanfaatkan ketidaktahuan konsumen akan reaksi kimia sederhana, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Apa sebetulnya Alat PENGETESAN LISTRIK yang digunakan?
Sebenarnya alat tersebut adalah ALAT ELEKTROLISA sederhana yang dapat dipakai untuk mengetahui apakah air yang dites mengandung mineral atau tidak. PROSES ELEKTROLISA sendiri merupakan suatu proses pemisahan komponen kimia menjadi elemen dengan menggunakan aliran listrik.
Pada umumnya alat tersebut berupa kotak dengan 4 kaki yang terbuat dari ogam yang merupakan elektroda-elektroda dengan muatan kutub negatif dan positif, yang apabila dilalui aliran listrik dan dicelupkan ke dalam cairan penghantar listrik (yang ada mineralnya), maka elemen kimia bermuatan negatif akan menuju ke kutub positif, dan sebaliknya, elemen yang bermuatan positif akan menuju ke kutub negatif.

Jika alat tes elektrolisa ini dimasukkan ke dalam air yang mengandung mineral, akan selalu timbul gumpalan atau endapan yang berwarna coklat, hijau, kehitam-hitaman ataupun warna lain, tergantung pada jenis mineral yang ada dalam air tersebut. Mineral atau elektrolit yang tadinya dalam keadaan TERLARUT (DISSOLVED SOLIDS), oleh proses ELEKTROLISA menjadi TAK TERLARUT dan tampak sebagai Endapan atau Kekeruhan. Jadi apa yang terlihat sebagai endapan atau “kotoran” sebetulnya tidak lain adalah MINERAL yang sekarang membentuk endapan, disamping itu terjadi pula penambahan endapan dan kekeruhan yang berasal dari pelepasan zat atau elemen yang berasal dari elektroda yang dipakai karena proses elektrolisa ini. Zat yang terlepas dari elektroda adalah sama dengan bahan elektroda itu sendiri, kalau bahan elektrodanya zat besi, maka yang ilepaskan adalah zat besi yang terlihat sebagai endapan yang berwarna Merah- Coklat.

Air Suling/Air Murni: Air yang kandungan mineralnya dihilangkan/dikurangi melalui proses Destilasi, Deionisasi, atau Osmosis Terbalik (Reverse Osmosis).
Pada Air suling atau Air Destilata, pengujian ini tidak akan menyebabkan terjadinya endapan, oleh karena Air Suling/Air Destilata tidak mengandung mineral. Tetapi kalau pada Air suling ini dimasukkan sedikit saja garam, maka hal yang sama akan terjadi, yaitu timbulnya “Kotoran”, karena garam merupakan salah satu contoh mineral. Pihak atau orang yang mendemonstrasikan tes elektrolisa ini untuk mempromosikan Alat Penyaring/Produk Air Suling/Air Murni, sebetulnya hanya menunjukkan kepada para calon pelanggan yang kebetulan kurang paham dengan proses Elektrolisa, bahwa AMDK AQUA mengandung mineral, bukan kotoran.
Timbulnya endapan seperti diuraikan diatas, karena adanya mineral seimbang dalam AQUA dan mineral ini justru SANGAT PENTING dan berguna bagi TUBUH MANUSIA. Bersama dengan makanan yang lain, Air minum bermineral yang dikonsumsi akan membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh yang sangat penting untuk proses metabolisme dan fungsi organ tubuh.
Sedikit contoh mineral dari beberapa mineral yang terkandung dalam AQUA :
| Mineral yang terkandung | Perubahan warna yang terjadi bila dilakukan test Elektrolisa | Manfaat bagi tubuh | Kandungan Sesuai | |
| Std SNI | Std AQUA | |||
| Ca (Calsium) | Putih | Untuk pembentukan tulang dan gigi | Maks 75 mg/lt | Maks 75 mg/lt |
| Mg (Magnesium) | Putih | Untuk pembentukan tulang dan gigi | Maks 50 mg/lt | Maks 50 mg/lt |
Untuk lebih mengetahui resiko mengkonsumsi air minum yang tidak mengandung mineral (demineralized water), dapat dilihat dalam website WHO sebagai berikut : http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/nutrientschap12.pdf
===================================================
Artikel ini diambil dari http://www.aqua.com/aqua_v3/ina/aquafacts_faq-detail.php?p_id=72
Q: Saya pernah didatangi orang yang melakukan demo produk, dengan menggunakan semacam alat listrik untuk mengecek kualitas air. Dan dari demo tsb, air AQUA menjadi keruh dan ada endapan hitam, smtr air yang satunya (yang mereka jual) tidak demikian, tetap bening. Apakah kualitas AQUA memang buruk? Apakah demo uji air ini valid?
Jawaban :
- Uji atau tes ini adalah sama sekali tidak benar. Jika alat tes elektrolisa ini dimasukkan ke dalam air yang mengandung mineral, akan selalu timbul gumpalan atau endapan yang berwarna coklat, hijau, kehitam-hitaman ataupun warna lain, tergantung pada jenis mineral yang ada dalam air tersebut.
- Mineral atau elektrolit yang tadinya dalam keadaan terlarut (dissolved solid), oleh proses elektrolisa menjadi tak terlarut dan tampak sebagai Endapan atau Kekeruhan. Jadi apa yang terlihat sebagai endapan atau “kotoran” sebetulnya tidak lain adalah MINERAL yang sekarang membentuk endapan.
- Air yang tidak berubah warna dan tidak ada endapan (tetap bening) justru menandakan air tersebut tidak ada/tidak mengandung mineral. Ini akan berbeda hasilnya apabila air yang tidak mengandung mineral tersebut ditaburi dengan sedikit garam dapur, maka akan terbentuk gumpalan berwarna yang sama dengan air yang mengandung mineral.
- Disamping itu, terjadi pula penambahan endapan dan kekeruhan yang berasal dari pelepasan zat atau elemen yang berasal dari elektroda yang dipakai karena proses elektrolisa ini. Zat yang terlepas dari elektroda adalah sama dengan bahan elektroda itu sendiri, kalau bahan elektrodanya zat besi, maka yang dilepaskan adalah zat besi yang terlihat sebagai endapan yang berwarna Merah-Coklat.
- Uji ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kandungan logam berat, karena uji kandungan logam berat tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan alat ini.
- Dan perlu diketahui, air yang tidak mengandung mineral dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan tidak ideal sebagai air minum. Referensi ilmiah mengenai hal ini dapat Anda baca pada artikel yang dipublikasikan situs WHO http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/nutrientschap12.pdf, yang berjudul ‘Health risks from drinking demineralised’.
- Karenanya, Anda sebagai konsumen senantiasa berhati-hati terhadap pemberitaan ataupun informasi yang mencoba memanfaatkan ketidaktahuan kita dalam hal reaksi kimia sederhana seperti ini.




Komentar Terakhir