Oleh: karyadibagas | Februari 6, 2009

Permasalahan Sampah

Permasalahan sampah di kota besar dan ibukota negara, seperti Jakarta seharusnya menjadi momok tersendiri bagi isu lingkungan hidup di Indonesia. Banyaknya sampah yang berserakan di setiap sudut kota, pinggir kali, dan area pemukiman kumuh justru membuat Jakarta menjadi kota yang pincang. Pemerintah kota Jakarta seharusnya bukan hanya berkonsentrasi di daerah-daerah elite saja, melainkan lebih menaruh perhatian di daerah-daerah rawan sampah.

Sebenarnya, kita dapat menerapkan prinsip kerja sama dan kegotongroyongan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Oleh karena itu, setidaknya seluruh lapisan masyarakat beserta pemerintah perlu mengadakan suatu kerja sama dalam menanggulangi sampah-sampah yang berserakan di sepanjang jalan raya, kali-kali, sungai-sungai, dan sudut-sudut kota lainnya. Berdasarkan prinsip kegotongroyongan dan kerja sama, kita pun harus bersatu padu untuk membereskan sampah-sampah tersebut. Dengan demikian, permasalahan ini akan menjadi jauh lebih ringan dan dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Gerakan membersihkan kota secara besar-besaran di mana semua lapisan warga masyarakat turut ikut serta dalam gerakan tersebut merupakan kegiatan yang tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini disebabkan buah dari kegiatan tersebut hanya dapat dinikmati sementara. Kita tidak dapat merasakan hasilnya pada waktu-waktu yang akan datang. Kita juga tidak dapat memprediksikan apakah kegiatan tersebut akan terus-menerus berlanjut dari waktu ke waktu.

Hal yang paling efektif adalah membentuk pola pikir masyarakat itu sendiri karena hasil dari pembentukan pola pikir masyarakat ini akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan akan menciptakan pola perilaku yang bertahan lama pula. Setiap individu perlu ditanamkan suatu pola pikir mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya sehingga setiap individu dapat bekerja sama dengan baik untuk mengubah perilaku-perilakunya yang buruk tersebut. Mereka harus menyadari bahwa membuang sampah pada sembarang tempat akan menimbulkan banyak kerugian baik bagi dirinya sendiri, bagi orang lain maupun bagi alam sekitarnya. Mereka juga harus menyadari bahwa mereka harus melakukan tindakan yang aktif dan preventif dalam menanggulangi sampah-sampah yang berserakan.

Oleh karena itu, gerakan besar-besaran yang perludiadakan oleh pemerintah adalah gerakan membentuk pola pikir masyarakat tersebut. Pemerintah perlu memprioritaskan gerakan ini pada generasi-generasi muda. Hal ini disebabkan para generasi muda adalah orang-orang yang nantinya akan memimpin negeri ini. Pembentukan pola pikir yang baik juga perlu dilakukan pada usia dini karena pada usia dini seseorang dapat dengan mudah menyerap suatu pengajaran ataupun pemikiran yang selanjutnya dapat terus-menerus tertanam di dalam benaknya.

Pemerintah tentunya tidak hanya mangadakan gerakan pembentukan pola pikir masyarakat terbatas pada generasi-generasi muda. Pemerintah juga perlu mengadakan berbagai penyuluhan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya kepada semua lapisan masyarakat, baik masyarakat kelas atas, masyarakat kelas menengah, maupun masyarakat kelas bawah. Selain itu, pemerintah juga perlu memasang spanduk-spanduk yang bertuliskan tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Spanduk-spanduk tersebut nantinya harus ditempatkan di tempat-tempat yang strategis, seperti kendaraan umum, terminal bus, stasiun kereta api, pusat-pusat perbelanjaan, lapangan parkir, tempat-tempat rekreasi, dan tempat-tempat strategis lainnya.

Namun, kita juga perlu mengingat bahwa orang-orang yang sudah menyadari akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya sekalipun terkadang masih melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Sebagian besar orang mungkin sudah mengetahui bahwa membuang sampah pada sembarang tempat adalah perilaku yang buruk. Akan tetapi, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar melaksanakan apa yang sudah mereka ketahui tersebut.

Sebenarnya, hal utama yang menyebabkan mereka membuang sampah pada sembarang tempat adalah tidak adanya tempat di mana mereka bisa membuang sampah. Pemerintah seharusnya menyediakan anggaran khusus untuk menambah jumlah tempat sampah. Tempat-tempat sampah tersebut nantinya harus disebarluaskan ke tempat-tempat yang strategis, seperti sekolah-sekolah, pusat-pusat perbelanjaan, terminal bus, stasiun kereta api, kendaraan umum, dan tempat-tempat lainnya. Dengan demikian, setiap orang akan senantiasa membuang sampah yang mereka miliki pada tempat-tempat yang sudah tersedia.

Namun, pemerintah tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Pemerintah juga perlu menerjunkan petugas-petugas kebersihan yang profesional. Petugas-petugas kebersihan tersebut perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu sehingga para petugas kebersihan tersebut tidak hanya bertugas untuk membersihkan sampah-sampah yang masih berserakan tetapi juga memiliki hak dan kewajiban untuk menindak tegas setiap orang yang kedapatan sedang membuang sampah pada sembarang tempat. Dengan demikian, hukum pun turut membatasi tingkah laku masyarakat ketika mereka hendak membuang sampah.

Selain itu, kita semua patut menyadari bahwa sampah yang kita buang merupakan salah satu dari mata rantai energi sebab segala materi yang berada di bumi ini merupakan suatu bentuk energi yang tersimpan. Kita perlu mengetahui bahwa energi yang tersimpan dalam bentuk materi-materi tersebut harus dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk menunjang kebutuhan hidup umat manusia. Jadi, sebenarnya kita tidak dapat menyimpulkan bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berdaya guna.

Oleh karena itu, pemerintah memerlukan anggaran khusus guna menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah yang sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendaurulangan yang memadai. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan suatu pembelajaran khusus untuk dapat menentukan manakah sampah yang bisa terurai dan manakah sampah yang tidak bisa terurai. Dengan demikian, sampah-sampah tersebut dapat diklasifikasikan dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan suatu produk yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Kita sepatutnya menjadikan sampah sebagai bagian yang terpenting dalam kehidupan kita sebab segala materi yang ada di bumi mempunyai kegunaan-kegunaan yang khas. Sesungguhnya, sampah adalah satu-satunya bahan baku terbesar dan terpenting dalam kegiatan produksi yang tidak pernah kita sadari sebelumnya.

sampah

sampah


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.